Selasa, 31 Juli 2012


PENCEMARAN LINGKUNGAN

Pencemaran atau polusi adalah masuknya senyawa sebagai bahan pencemar yang dapat mengakibatkan gangguan pada makhluk hidup yang ada di dalamnya. Bahan pencemar tidak diam di suatu tempat, tetapi dapat menyebar ke tempat lain yang nantinya akan menyebabkan kelumpuhan, kerusakan organ tubuhm dan kematian. Pencemaran dapat timbul akibat kegiatan manusia atau oleh alam. Kegiatan manusia hampir pasti menimbulkan pencemaran sehingga tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat kepada lingkungan.
Terdapat beberapa macam pencemaran antara lain:
1. Pencemaran udara; disebabkan oleh asap buangan misalnya gas CO2, hasil pembakaran, debu, senyawa hidrokarbon.
2. Pencemaran air; disebabkan oleh limbah pertanian, limbah rumah tangga, limbah industri, kebocoran tanker minyak.
3. Pencemaran tanah; disebabkan oleh sampah organik dan anorganik yang berasal dari dari rumah tangga, pasar, industri, kegiatan pertanian, peternakan.
4.  Pencemaran suara; disebabkan oleh masuknya bunyi gaduh di atas 50dB, misalnya suara mesin industri, mobil, sepeda motor, kereta api, pesawat terbang.

Pencemaran dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan akhirnya terhadap manusia. Dampak tersebut antara lain punahnya spesies, terjadinya peledakan hama, gangguan keseimbangan ekosistem, berkurangnya kesuburan tanah, terjadinya keracunan, serangan penyakit, timbulnya pemekatan hayati, tebentuknya lubangng ozon,dan efek rumah kaca.
Seiring dengan semakin besarnya populasi manusia dan semakin banyaknya kebutuhan manusia, pencemaransemakin besar pula. Pencemaran tidak di pandang dari satu individu, melainkan dari populasi manusia. Semakin besar populasinya, semakin besar pula pencemarannya. Misalnya jika ke dalam ekosistem sungai hanya seorang yang buang air, sungai tersebut masih dapat ”membersihkan diri”. Akan tetapi, jika yang buang air ke dalam ekosistem sungai 10.000 orang, maka sungai tersebut sudah tidak mampu lagi menetralkan bahan pencemar. Dengan demikian air sungai menjadi tercemar.
Pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi :

a. Pencemaran Air










Pencemaran air adalah masuknya bahan pencemar ke dalam lingungan air. Bahan pencemar dapat berupa limbah padat atau cair, misalnya yang berasal dari rumah tangga, industri, pertanian, dan rumah sakit.






b.  Pencemaran Udara
               Pencemaran udara diakibatkan oleh gas yang dikeluarkan oleh industri kendaraan bermotor, dan kegiatan rumah tangga. Gas-gas tersebut berupa gas hasil pembakaran fosil (minyak bumi, batu bara) dan penggunaan gas berbahaya, misal gas CFC (klorofuorokarbon)
a. Gas hasil pembakaran.
Hasil pembakaran fosil (minyak bumi, batu bara) berupa gas buangan dalam bentuk karbon dioksida(CO2) dan belerang oksida (SO, SO2), CO2 di keluarkan oleh pabrik, mesin, mobil, sepeda motor, kompor minyak, pesawat terbang, dan pembakaran kayu. Dengan semakin besarnya populasi manusia dansemakin meningkatnya kesejahteraan, akan meningkatkan proses pembakaran yang mengakibatkan gas buangan CO2 semakin besar. Pencemaran udara di perkotaan dan aderah industri lebih tinggi dari pada di pedesaan.
Meningkatnya CO2 di udara dapat menyebabkan effek rumah kaca. Panas matahari ayng mencapai permukaan bumi dipantulkan ke angkasa. Akan tetapi, karena bumi di selubungi gas pencemar, panas tersebut di pantulkan kembali ke bumi. Adanya selubung gas pencemar ini menyebabkan panas matahari terperangkap sehingga suhu bumi meningkat. Peningkatan suhu bumi di kenal dengan istilah pemanasan global. Dampak dari meningkatnya suhu bumi adalah terjadi perubahan iklim dan es di kutub mencair. Jika itu terjadi, permukaan air laut akan meningkat dan beberapa pantai akan tenggelam.
Meningkatnya belerang oksida (SO,SO2) dapat menimbulkan hujan asam. Gas-gas tersebut bereaksi dengan air hujan membentuk asam sulfat, menyebabkan tumbuhan mati, organisme mati, besi dan logam berkarat sehingga membahayakan bangunan dan jembatan. Akibat yang lain ialah kerusakan bangunan bersejarah, seperti candi. Hujan asam membuatnya cepat keropos dan rusak

b. Gas CFC
CFC (klorofluorokarbon) merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Gas ini banyak digunakan sebagai gas pengembang pembuat karet busa, pendingan (AC,kulkas), dan penyemprot (hair spray, parfum) Semakin banyaknyan penggunaan CFC akan menyebabkan semakin banyak gas tersebut yang terlepas ke udara dan mencapai lapisan atmosfer.
Diatmosfer terdapat gas ozon(O3) yang merupakan lapisan gas pelindung bumi dari cahaya ultraviolet. Adanya lapisan ozon menyebabkan cahaya ultraviolet terpantul ke ruang angkasa dan hanya sebagian kecil yang mencapai bumi.
Gas CFC di stratosfer dapat bereaksi dengan gas ozon dan menyebabkan ozon berkurang sehingga terbentuk lubang ozon. Melalui lubang ozon tersebut, cahaya ultraviolet mencapai bumi dan mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, alga di laut punah, terjadi mutasi genetik (perubahan sifat organisme), menyebabkan kanker kulit dan mata. Menurut pengamatan, lubang ozon yang terjadi diatas kutub selatan semakin meluas.

c. Pencemaran Tanah

 
          Pencemaran tanah adalah masuknya polutan (bahan pencemar) berupa bahan cair atau padat ke suatu areal tanah. Bahan cair atau limbah cair tersebut misalnya limbah rumah tangga, limbah industri, dan limbah pertanian (insektsida, pupuk).
Bahan padat atau limbah padat misalnya limbah rumah tangga (sampah), limbah industri (logam, plastik), dan limbah pasar (sampah). Pencemaran tanah dapat membunuh mikroorganisme (pengurai), hewan, dan tumbuhan. Hal ini akan mengganggu atau memutuskan jaring-jaring makanan. Beberapa bahan pencemar mengandung logam berat (misal merkuri, kadmium, litium) yang jika dibuang ke lingkungan dapat meresap ke dalam tanah dan akhirnya mencemari tanah. Logam berat dapat merusak susunan saraf dan menyebabkan cacat pada keturunan organisme.
 
d. Pencemaran Suara 











Pencemaran suara disebabkan oleh kebisingan suara mesin pabrik, mesin kendaraan bermotor, dan mesin pesawat. Orang yang terus menerus berada di tempat bising akan mengalami gangguan kesehatan, misalnya pendengaran berkurang, jantung berdebar-debar, sulit tidur, pusing, dan mudah marah. Jika orang berpenyakit jantung mendengar suara keras secara tiba-tiba, orang tersebut dapat terkena serangan jantung.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar