Kamis, 02 Agustus 2012


KEGIATAN SISWA 2 (TAHAP EKSPLANASI)

2.1   Udara
            Semua makhluk hidup di bumi ini memerlukan udara untuk bernapas demi kelangsungan hidupnya. Udara yang dapat digunakan oleh makhluk hidup adalah udara bersih. Udara bersih adalah udara yang di dalamnya belum dimasuki zat-zat yang dapat mencemari udara. Susunan udara bersih dan kering seperti pada Tabel 2.1 berikut ini.

Tabel 2.1   Susunan Udara Bersih dan Kering

          Apabila susunan udara mengalami perubahan dari keadaan normal dan kemudian mengganggu kehidupan makhluk hidup, maka berarti udara telah tercemar.
            Di manakah kita bisa mendapatkan udara bersih? Dahulu sebelum perindustrian berkembang pesat seperti sekarang, kita bisa dengan mudah mendapatkan udara bersih, tetapi sekarang sudah sulit mendapatkannya, terutama di daerah perkotaan. Di mana-mana udara telah tercemar. Apa itu udara tercemar dan mengapa udara bisa di-katakan tercemar?

2.1   Pencemaran Udara
Tanpa kita sadari ternyata segala kegiatan yang kita lakukan menghasilkan zat buangan atau limbah. Limbah ini merupakan suatu benda/zat yang mengandung berbagai bahan yang membahayakan kehidupan manusia, hewan serta makhluk hidup lainnya. Limbah ini dapat berakibat merusak lingkungan sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan.
 Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya zat, energi atau komponen lainnya ke dalam lingkungan udara, mengakibatkan menurunnya kualitas udara se-hingga mengganggu kehidupan manusia atau makhluk hidup lainnya.

2.1 Sumber Pencemaran Udara
Sumber pencemaran udara di setiap wilayah atau daerah berbeda-beda. Akan tetapi, sumber utama pencemaran udara berasal dari aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar kendaraan ber-motor, pembakaran sampah, kegiatan industri, merokok, dan kebakaran hutan. Selain itu juga ada pencemar alami, seperti gunung meletus.
Aktivitas manusia dan peristiwa alam menghasil-kan polutan (zat pencemar) berupa gas yang da-pat mencemari udara.

Gambar 2.5 Polusi Udara yang Disebabkan
                                 Asap Indu

Bahan-bahan pencemar udara adalah
a.    Karbon dioksida (CO2)
Gas ini dihasilkan dari hasil pembakaran sempurna bahan bakar fosil, seperti minyak tanah, solar, gas alam, batu bara, dan bensin. Dalam tubuh manusia adanya gas ini dapat memacu pernapasan, sedangkan semakin meningkatnya jumlah dan kadar gas ini dapat meningkatkan suhu bumi atau disebut juga efek rumah kaca
Bagaimanakah terjadinya efek rumah kaca?



Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect) merupakan istilah yang pada awalnya ber-asal dari pengalaman para petani di daerah beriklim sedang yang menanam sayur-mayur dan biji-bijian di dalam rumah kaca. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa pada siang hari waktu cuaca cerah, meskipun tanpa alat pemanas suhu di dalam ruangan rumah kaca lebih tinggi dari pada suhu di luarnya.

Hal tersebut terjadi karena sinar matahari yang menembus kaca dipantulkan kem-bali oleh benda-benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas yang berupa sinar inframerah. Oleh karena itu, udara di dalam rumah kaca suhu-nya naik dan panas yang dihasilkan terperangkap di dalam ruangan rumah kaca dan tidak tercampur dengan udara di luar rumah kaca. Akibatnya, suhu di dalam ruangan rumah kaca lebih tinggi dari pada suhu di luarnya dan hal tersebutlah yang dikatakan sebagai efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat pula terjadi di dalam mobil yang diparkir di tempat yang panas dengan jendela tertutup. 

 
Dari pancaran sinar matahari yang sampai ke bumi (setelah melalui penyerapan berbagai sinar di atmosfer) sebagian radiasi tersebut dipantulkan dan sebagian di-serap oleh bumi. Radiasi yang diserap dipancarkan lagi oleh bumi sebagai sinar in-framerah yang bergelombang panjang. Sinar tersebut di atmosfer akan diserap oleh gas-gas rumah kaca seperti uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2) sehingga tidak terlepas ke luar angkasa dan menyebabkan panas terperangkap di troposfer dan akhirnya menyebabkan peningkatan suhu di bumi maupun di lapisan troposfer (lapis-an atmosfer terendah). Hal tersebut menyebabkan terjadinya efek rumah kaca di bumi. Dengan adanya efek rumah kaca, suhu rata-rata di permukaan bumi naik 33°C lebih tinggi. Kenaikan intensitas efek rumah kaca akibat peningkatan kadar gas ru-mah kaca yang utamanya disebabkan oleh pencemaran, dapat menyebabkan terjadi-nya pemanasan global, yaitu peningkatan suhu bumi yang menyebabkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Kenaikan suhu bumi dapat menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Kondisi ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut,  akan menyebabkan berbagai kota dan wilayah pinggir laut akan tenggelam, sedangkan daerah yang kering menjadi semakin kering. Efek rumah kaca menimbulkan perubahan iklim, misalnya kekeringan atau curah hujan yang tinggi di berbagai tempat sehingga mempengaruhi produktivitas budidaya pertanian, peternakan, perikanan, dan kehidu-pan manusia.

a.    Karbon monoksida (CO)

Gas ini berasal dari gas buangan hasil dari  pemba-karan yang tidak sempurna. Gas ini sangat berbahaya karena dapat mengikat Hb 200 kali lebih kuat dari-pada oksigen. Jika di udara terdapat gas CO maka O2 akan kalah cepat berikatan dengan Hb. Kekurangan O2 dalam tubuh dapat menyebabkan seseorang sakit kepala dan pusing. Apabila konsentrasi CO dalam Hb 2-10 % maka dapat mengganggu sistem saraf serta dapat menyebabkan kematian pada konsentrasi tinggi. 
a.   Belerang oksida (SO, SO2)

Gas ini dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak, batubara), letusan gunung berapi. Gas ini dapat bereaksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, di udara membentuk asam. Maka terjadilah hujan asam.
Sulfur oksida bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida.

  2SO2     +     O2  ------------>    2SO3

Sulfur trioksida kemudian bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat

                        SO3       +     H2O------------>   H2SO4

Dampak lain yang dapat ditimbulkan adalah menyebabkan sesak napas dan dalam konsentrasi tinggi menyebabkan kematian.



b. Oksida nitrogen (NOx)

Oksida nitrogen dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dalam industri dan kendaraan bermotor. Oksida nitrogen yang dihasilkan bersifat racun dan da-pat teroksidasi dalam udara terbuka. Senyawa oksida nitrogen ini dapat ber-gabung dengan partikel-partikel lain sehingga membentuk asap kabut.

c. CFC ( Chlorofluorocarbon)
Senyawa ini sering digunakan untuk AC, spray (misalnya penyemprot ram-but, obat nyamuk, pewangi ruangan, dsb), pembersih pada industri komputer, dan pembuatan balon dari plastik. CFC ini dapat menyebabkan kerusakan ozon, yaitu semakin menipisnya lapisan ozon. Ozon merupakan lapisan udara di atmosfer yang melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet. Jika lapisan ozon berlubang maka radiasi sinar ultraviolet akan sampai ke bumi. Radiasi sinar ultraviolet ini dapat menyebabkan penyakit kanker kulit dan kulit terbakar, merusak tumbuhan, dan menghambat pertumbuhan ganggang.

d.      Timbal (Pb)
            Pb berasal dari gas buang kendaraan bermotor. Pb ini biasanya terdapat dalam bensin,
biasanya digunakan untuk meningkatkan mutu bensin. Pb ini berbahaya karena apabila terakumulasi di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan terhadap manusia, yaitu menyebabkan gangguan saraf pusat dan dalam konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan kematian. 

2.4 Kasus Pencemaran Udara
            Untuk mengetahui lebih jauh tentang pencemaran udara, di bawah ini merupakan 
           bebarapa kasus pencemaran udara yang telah terjadi

  
a.    Kualitas udara di berbagai kota besar di Indonesia sudah sangat memprihatin-kan karena tidak kurang dari sepuluh hari sepanjang tahun 2002, masyarakat kota Jakarta, Surabaya, Medan, Pontianak, Palangkaraya, dan Pekanbaru menghirup udara yang tidak sehat dan berbahaya (Sumber: Suara Pembaruan, 18 Februari 2003).
b.    Berdasarkan penelitian organisasi lingkungan World Wildlife Fund-WWF, darah hampir setiap warga Uni Eropa mengandung puluhan macam racun yang diduga berasal dari udara yang tidak sehat yang semakin meningkatkan kasus penyakit asma, alergi, dan kanker (Sumber: , diakses tanggal 8 Maret 2006).
c.    Akibat kualitas udara yang buruk, sekitar tiga juta orang meninggal di Asia. Hal ini diungkapkan oleh Kiyoyuki Minato dari Japan Automobile Research Institute (JARI), dalam sebuah diskusi pada awal Agustus lalu yang diselenggarakan Mitra Emisi Bersih (MEB) di Jakarta (Sumber: Sinar Harapan, 19 Okober 2003).
d.    Para ilmuwan menemukan bahwa dari tahun 1969 sampai 1986, ozon berku-rang antara 1,7% sampai 3% pada lapisan bumi belahan utara, meliputi benua Amerika dan Eropa, dan lebih luas lagi di kutub selatan. Kehilangan ozon di musim dingin bahkan lebih besar lagi, berkisar antara 2,3% sampai 6,2%. Pada tahun 1984, lubang ozon lebih luas lagi di Amerika Serikat dan di Puncak Everest (Sumber: Panduan Pemberitaan Lingkungan Hidup, 1998).


2.1 Usaha Penanggulangan

Upaya penanggulangan pencemaran udara di lakukan baik di tingkat rumah tangga, wilayah, maupun di tingkat nasional.
1.    Penanggulangan pencemaran udara tingkat rumah tangga, antara lain dengan:
a.    Tidak Membakar Sampah Di Pekarangan
b.    Segera Mematikan Kompor Atau Kayu Bakar Jika Proses Memasak Selesai
c.    Tidak Menggunakan Lemari Es Yang Memakai Cfc. Saat Ini Sudah Banyak Tersedia Ac Dan Lemari Es Bebas Cfc.
d.    Idak Merokok Di Dalam Ruangan
e.    Menanam Tanaman Hias Di Pekarangan Atau Di Pot
2.    Penanggulangan pencemaran tingkat wilayah , antara lain dengan:
a.    Memperbanyak penanaman pohon pelindung terutama di daerah perkotaan dan daerah yang dekat dengan perindustrian
b.    ikut memelihara atau  tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung
c.    ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan
d.    tidak melakukan penebangan hutan,pohon, dan tumbuhan liar secara sembarangan.
3.    Penanggulangan pencemaran udara tingkat nasional. Upaya penanggulangan ini berupa kebijakan pemerintah, antara lain:
a.   Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti DDT
b.   Keharusan membuat cerobong asap bagi industri dan apbrik
c.   Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil( minyak, batu bara) dan menggantinya dengan listrik tenaga air, surya, atau angin
                     d.  Menggalakkan penggunaan bahan bakar gas (BBG) sebagai 
                          pengganti bahan bakar minyak (BBM).
e. Membatasi beroperasinya kendaraan bermotor dan mesin pembakar yang sudah tua dengan penertiban uji emisi
f.   Larangan penggunaan gas CFC, saat ini telah ditemukan gas pengganti CFC yang aman bagi lingkungan
g.     Pengaturan lokasi industri yang jauh dari wilayah pemukiman
h.     Membangun cerobong asap yang cukup tinggi dan dilengkapi dengan filter (penyaring) bagi perusahaan/industri agar asapnya segera naik ke udara
i.      Mengkampanyekan gerakan anti-merokok.




 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar